Rabu, Desember 03, 2008

Tehnik Melempar

Mengapa Membina Tehnik Yang Benar Itu Penting
Kalau pemain baseball belajar tehnik dan cara melempar yang benar, maka ia akan mendapatkan hasil berupa kecermatan sasaran dan kecepatan laju bola lempar yang kencang sementara ia dapat terhindar dari cedera lengan ataupun bagian tubuh yang lainnya.
Belajar tehnik melempar yang benar ketika pemain masih belia memungkinkan otot dan pikiran pemain membina daya ingat yang baik dan benar. Cara melempar yang benar akan menjadi kebiasaan yang akan dikuasainya sepanjang karir bermainnya

Persiapan Melempar
Untuk dapat melempar dengan benar, selalu dimulai dengan kegiatan pembinaan kondisi jauh hari sebelum musim pertandingan berawal.
Melakukan pemanasan dan peregangan seuluruh tubuh dan terutama otot bahu dan lengan amat diperlukan sebelum melakukan lemparan yang sesungguhnya. Lembaga Kesehatan Olahraga Amerika Serikat menganjurkan agar “Melakukan pemanasan untuk melempar; jangan sekali kali melempar untuk melakukan pemanasan”.
Awali dengan lemparan pelan, dengan jarak lempar yang masih dekat. Berangsur angsur tambah jarak lempar dan kekencangan laju bola lempar. Panjang masa pemanasan berbeda bagi setiap individu pemain, tetapi biasanya sekitar 10-20 menit.
Beberapa Petunjuk Tehnik Melempar Yang Benar
Jejakkan kaki di sebelah lengan lempar dengan kokoh di tanah, lalu melangkahkan kaki yang depan ke arah penerima lemparan.
Sambil melangkah, arahkan bahu di sebalah lengan yang memakai glove ke penerima lemparan.
Ulurkan lengan lempar jauh jauh ke belakang menghimpun tenaga, tangan dijaga agar tetap di atas bola dengan telapak tangan menghadap ke bawah.
Julurkan lengan berglove ke depan untuk menjaga keseimbangan, umumnya siku akan sedikit dibengkokkan.
Mata tetap tertuju ke sasaran ketika bola hampir mencapai puncak ayunan lengan lempar. Memang kadang kadang diperlukan juga lemparan dari samping tubuh pada situasi pertandingan tertentu, namun kecermatan dan kecepatan laju bola maksimum hanya dapat dihasilkan dari gerakan lemparan dari atas. Jadi sangat disarankan agar menjadikan lemparan atas sebagai kebiasaan dan gerakan yang alamiah.
Lepaskan bola di depan tubuh setelah lengan melewati kepala.
Lanjutkan gerakan lengan dan tubuh – jangan menahan gerak maju sisi tubuh lemparan.
Gerak lanjut (follow through) lengan seharusnya berupa gerak lingkaran lancar ke bawah dan menyilang tubuh bagian berlawanan dari lengan lempar dan membiarkan perlambatan gerak lengan lempar dengan sendirinya setelah perlepasan bola.
Keseluruhan gerak lempar harus “halus”, tidak terpatah patah.
Mulailah dengan perlahan lahan sampai proses keseluruhan menjadi terbiasa, alamiah dan nyaman.
Penyempurnaan Tehnik
Berlatihlah menerima bola dari kedua sisi tubuh, tinggi maupun rendah.
Seraya menerima/menangkap bola bergerak bersiap mengambil posisi untuk melempar.
Cara bersiap untuk segera melempar yang terbaik adalah dengan menangkap bola dengan dua tangan sehingga bola dapat dengan cepat dipindahkan ke tangan lempar.
Tubuh bergerak seraya menangkap bola sehingga langkah ke arah sasaran atau penerima lemparan menjadi gerak alamiah sebagai bagian gerak menangkap. Lompatan pendek atau “lompatan/langkah burung gagak” (crow hop) akan memberi gaya lebam (momentum) untuk melempar.
Usahakan menyiapkan tubuh sebelum melempar. Hindarkan melempar ketika tubuh dalam keadaan tak seimbang kecuali hanya itu satu satunya cara melakukan sebuah ‘play’ dengan cepat..
Berlatihah “membuang” bola secepat cepatnya – bagi infielder, guna “menangkap” pelari yang cepat, dan outfileder, guna mematikan pelari yang kembali (tagging up) atau pelari yang mencoba mencapai base tambahan. Bayangkan pelbagai situasi permainan ketika berlatih dan melakukan lemparan ‘toss’.
Tiga Hal Yang Menjadikan Pemain Hebat
Berlatih
Berlatih
Berlatih

Tidak ada komentar: